Sabtu, 11 Oktober 2008

Burung Dodo, si “Bodoh” yang Telah Punah

'
Kian lama jumlah spesies yang punah memang kian banyak. Salah satunya burung dodo yang kini tinggal sejarah. Walau sudah tiada, tak ada salahnya kita mengenang burung endemik Mauritius ini. Kebetulan belum lama ini juga fosilnya ditemukan kembali.


Taksonomi: Bernama latin Raphus cucullatus. Secara tradisional, dodo masuk dalam famili Raphidae, satu dari Ordo Calumbiformer.
Ciri-ciri fisik: Dari temuan fosilnya, ilmuwan menggambarkan dodo sebagai burung berparuh besar. Mirip dengan burung rangkong. Paruh ini berwarna hitam. Sedangkan bulunya berwarna abu-abu kebiruan. Sepasang sayapnya sangat kecil, tidak proporsional dengan tubuhnya. Bisa jadi dodo memang tidak bisa terbang, melainkan hidup di tanah seperti burung kiwi atau maleo. Ukuran tubuhnya tergolong besar sebagai burung, yakni bisa mencapai berat 23 kilogram.

Perilaku: Tidak banyak yang mengenal dengan baik burung dodo. Namun Andrew Kitchener, ahli biologi dari Royal Museum of Scotland sempat menulis di National Geographic ihwal perilaku burung ini. Dodo menyukai buah-buahan masak. Nafsu makannya agak rakus yang menyebabkan mereka cepat kehabisan makanan dan punah sendiri. Maka tak heran kalau nama dodo dalam bahasa Portugis berarti bodoh.
Kepunahan: Dodo disinyalir telah punah sejak 200 tahun lampau. Penyebab utamanya adalah hilangnya habitat mereka di Mauritius sejak kedatangan koloni Portugis dan Belanda. Dodo juga kehilangan makanan karena berebut dengan burung lain.

Tidak ada komentar: