Kekagetan itu bukan barang yang aneh mengingat peran Dadullah dalam Thaliban boleh dibilang cukup strategis. Beliau adalah salah seorang tokoh lapangan yang penting di dalam gerakan Thaliban. Banyak operasi yang dipimpinnya berhasil memberikan pukulan telak kepada pihak musuh.
sebuah batalyon mujahidin, dalam perang melawan pendudukan Uni Sovyet. Saat itulah ia kehilangan sebelah kakinya.
membanggakan keluar dari lisan beliau,"Semoga hilangnya satu kaki ini menjadi bayaran untuk mendapatkan tiket menuju jannah...”
Tahun 90-an beliau ikut berjihad melawan aliansi Utara. Bahkan beliau memegang peranan penting dalam penguasaan Thaliban ke Mazar-e Syarif.
musuh di Qunduz. Saat itu satu-satunya komandan lapangan yang tidak mau menyerahkan diri adalah Dadullah. Meskipun begitu dia tidak tertangkap, bahkan bisa lolos dan kembali ke tanah kelahirannya di Kajai, salah satu desa di Helmand.
Lolosnya Dadullah memberi kesempatan baginya untuk membangun kembali kekuatan militer Thaliban yang mengalami kemerosotan secara signifikan. Hingga saat ini Thaliban memiliki kekuatan militer yang cukup membanggakan. Menurut Mulla Dadullah ketika diwawancari
oleh seorang Jurnalis Al-Jazeera,"Jumlah Mujahidin yang siap untuk diterjunkan ke dalam peperangan melawan penjajah mencapai 6.000 personil, bahkan tidak mustahil jika mencapai 10.000 personil”. Beliau menambahkan,"Bahkan jika pasukan mujahidin berhadapan
dengan Salibis, atau Yahudi, maka sangat memungkinkan jumlah itu akan belipat menjadi 20.000 personil.
Pada umumnya, pemimpin Thaliban cukup tertutup dari media massa. Mulla Dadullah inilah satu-satunya komandan pasukan Thaliban yang menampakkan jati dirinya di hadapan media massa.
Apalagi setelah berhasil melakukan pertukaran tawanan, antara jurnalis Ithali dengan pembebasan lima orang komandan Thaliban pada bulan April yang lalu, Dadullah bertekad untuk menfariasikan serangan dan penculikan dalam rangka melepaskan kawan-kawannya yang
ada di dalam penjara Bagram ataupun Guantanamo.
Namun, belum sempurna rencana dan keinginannya tercapai, Allah telah memberikan karunia syahid kepadanya pada hari ahad yang lalu (26 Rabiul Awwal 1428 H/13 Mei 2007 M). Beliau syahid dalam usia 40 tahun, setelah melalui jalan yang panjang bersama perjuangan.

pimpinan sebelumnya, yakni Mulla Muhammad Akhtar Utsmani, oleh pasukan sekutu dalam sebuah serangan udara di bagian Barat Afghanistan setelah posisinya diinformasikan oleh intelijen Pakistan segera bisa digantikan oleh Dadullah.
وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاء عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُواْ بِهِم
مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ اسْتَجَابُواْ لِلّهِ
وَالرَّسُولِ مِن بَعْدِ مَآ أَصَابَهُمُ الْقَرْحُ لِلَّذِينَ أَحْسَنُواْ مِنْهُمْ وَاتَّقَواْ أَجْرٌ عَظِيمٌ الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ
إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ إِنَّمَا
ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ (سورة ال عمران آيات 169 – 175 )
orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. (yaitu) orang-orang (yang
mentaati Allah dan rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia Telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, Karena itu
takutlah kepada mereka”, Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu)
dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Ali Imran 169-175)
Sekali lagi, pemerhati yang pro perjuangan Islam akan merasa kehilangan dengan syahidnya Mulla Dadullah. Tetapi kesedihan ini tidak boleh larut. Semoga darahnya yang tertumpah mejadi pupuk bagi tumbuhnya smeangat jihad umat Islam. Dan semoga Allah memberikan ganti yang
lebih baik lagi, yang juga sanggup memberikan pukulan kepada kaum penjajah, kaum murtad, dan kaum munafiqin lebih keras lagi. Sehingga kalimah Allah tegak, dan agama seluruhnya milik Allah.
Sumber:
http://abahzacky.wordpress.com/2007/05/20/sekilas-tentang-mulla-dadullah/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar